Bagaimana Perkantoran Area Pelabuhan Memperoleh Air Bersih ?

Bagi perkantoran yang berada di sekitar pelabuhan, ketersediaan air dengan mutu yang baik adalah perihal yang lumayan krusial. Pasalnya, air bersih untuk perkantoran tidak semuanya punyai takaran yang baik bagi manusia. Pencemaran lingkungan turut menjadi keliru satu aspek yang tidak terelakkan dan turut sebabkan kurangnya sumber air bagi perkantoran.

Bahkan sebagian perkantoran yang berada di wilayah Indonesia kerap mengalami krisis air bersih. Contohnya layaknya yang berlangsung di Bitung, Sulawesi Utara terhadap th. 2015 yang lalu. Tidak cuma air bersih perkantoran di daerah pelabuhan saja yang mengalami kendala, tapi terhitung layanan lainnya dinilai kurang lengkap untuk mengakomodir keperluan perusahaan yang punyai kantor di sana.

Meskipun begitu, bukannya tidak tersedia langkah yang gampang dan efisien untuk mendapatkan air bersih perkantoran di daerah pelabuhan.

Baca juga Rekomendasi Distributor : Water meter BR

 

Banyak perkantoran yang berlokasi di sekitar pesisir dan sudah punyai ketersediaan air bersih dengan mutu lumayan baik. Bahkan sebagian langkah penerapannya bisa Anda jadikan referensi untuk kantor di kawasan pelabuhan yang membutuhkan air bersih,

yaitu:

  1. Pemasangan Instalasi Pengolahan Air Bersih

Dengan berkembangnya teknologi terkini, perusahaan Anda yang berlokasi di sekitar pelabuhan dapat memiliki sumber air bersih mandiri. Caranya adalah dengan memasang Instalasi Pengolahan Air (IPA) atau dikenal dengan sebutan Water Treatment Plant (WTP) yang memungkinkan Anda untuk memperoleh air bersih untuk perkantoran.

Untuk memperoleh air bersih, sistem instalasi ini melibatkan beberapa proses dengan tahapan sebagai berikut:

  • Koagulasi, yaitu proses destabilisasi dari partikel koloid atau zat pengotor yang terkandung di dalam air. Pada proses ini air baku yang akan dijadikan persediaan air bersih perkantoran di area pelabuhanakan dipisah dari zat pengotor yang ikut terlarut di dalamnya, yang melibatkan proses kimia, fisika, maupun mekanis.
  • Flokulasi, yaitu proses untuk membentuk dan juga memperbesar pengotor yang terendap (flok) agar dapat memisahkan air dengan endapan dengan sempurna. Proses ini melibatkan pengadukan lambat (slow mixing) dan membutuhkan aliran air yang tenang. Agar lebih efisien, Anda juga dapat menambahkan senyawa kimia untuk mempercepat prosesnya.
  • Sedimentasi, yaitu proses untuk mengendapkan partikel atau zat koloid yang telah mengalami proses destabilisasi. Proses ini memanfaatkan berat jenis dari partikel agar dapat mengendap dengan sempurna di tangki sedimentasi.
  • Filtrasi, yaitu proses penyaringan air baku yang telah melalui beberapa tahap di atas yang dilakukan dengan memanfaatkan membran ultrafiltrasi atau juga material alami seperti pasir, karbon, dan material lainnya untuk menyaring zat berbahaya di dalam air.
  • Disinfeksi, yaitu proses untuk membunuh zat patogen berbahaya seperti virus dan bakteri yang masih terbawa di dalam air. Pada proses ini dibutuhkan senyawa kimia agar zat berbahaya tersebut dapat terbunuh dengan sempurna.
  • Pemasangan Sistem Desalinasi
Baca Juga:  Tips Memilih Tas Delivery: Penting Bagi Pelaku Usaha Kuliner

Tahukah Anda, air laut juga dapat dimanfaatkan sebagai persediaan air bersih untuk perkantoran? Proses ini dikenal pula dengan sebutan sistem desalinasi. Teknologi ini juga sudah lazim digunakan oleh kapal untuk memperoleh air bersih selama melaut. Bahkan beberapa pulau seperti Pulau Tidung, Pulau Pramuka, dan Pulau Kelapa di Kepulauan Seribu sempat menggunakan teknologi ini pada tahun 1997.

Pada dasarnya proses untuk mengubah air laut menjadi sumber air bersih melibatkan teknologi Reverse Osmosis (RO) bertekanan sangat tinggi yang memungkinkan Anda untuk menyaring seluruh garam yang terdapat di dalam air laut. Agar dapat melakukannya, Anda membutuhkan membran yang dilengkapi dengan dua buah instalasi, yaitu instalasi untuk air tawar yang digunakan sebagai air bersih perkantoran di area pelabuhandan juga instalasi penampungan air garam yang telah dipekatkan (reject water).

Pada praktik di lapangan, proses desalinasi tersebut dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:

  • Pengolahan pendahuluan, dengan melibatkan beberapa peralatan primer seperti tangki reaktor, bak koagulasi dan flokulasi, alat penyaring mangan zeolit, alat penyaring berbahan pasir, penyaring untuk menghilangkan warna air (color removal), dan cartridge penyaring berukuran 0,5 mikrometer. Beberapa peralatan ini digunakan untuk menghasilkan air baku yang sudah bebas dari zat berbahaya.
  • Unit Reverse Osmosis (RO), yang dilengkapi dengan beberapa peralatan seperti pompa bertekanan tinggi, membran RO, pompa dosing yang bekerja sebagai antiscalant dan anti biofouling, serta sterilisator dengan sinar UV. Hasil dari proses ini adalah air tawar yang digunakan sebagai air bersihdan air garam yang telah dipekatkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *