Hukum Membaca Basmalah Pada Saat Menyembelih Qurban

Hukum Membaca Basmalah Pada Saat Menyembelih Qurban

A. Jumhur ulama : Wajib

Jumhur ulama seperti mazhab Al-Hanafiyah, Al-Malikiyah dan Al-Hanabilah menetapkan bahwa membaca basmalah merupakan syarat sah penyembelihan.

Membaca lafadz basmalah (بسم الله) merupakan hal yang umumnya dijadikan syarat sahnya penyembelihan oleh jumhur ulama itu. Dalilnya adalah firman Allah:

وَلاَ تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ

Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan.” (QS. Al-An’am: 121)

Begitu juga hal ini berdasarkan hadis Rafi’ bin Khudaij bahwa Nabi SAW bersabda:

مَا أَنْهَرَ الدَّمَ وَذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ فَكُلُوهُ

Segala sesuatu yang dapat mengalirkan darah dan disebut nama Allah ketika menyembelihnya, silakan kalian makan. (HR. Bukhari)

Sehingga hewan yang pada saat penyembelihan tidak diucapkan nama Allah atau diucapkan basmalah, baik karena lupa atau karena sengaja, hukumnya tidak sah menurut jumhur ulama.

B. Mazhab As-Syafi’iyah : Sunnah

Namun lain lagi dengan pendapat mazhab Asy Syafi’iyah. Mazhab ini dan juga salah satu pendapat dari mazhab Al-Hanabilah menyatakan bahwa hukum membaca basmalah (tasmiyah) adalah sunah yang bersifat anjuran dan bukan syarat sah penyembelihan.

Sehingga sembelihan yang tidak didahului dengan pembacaan basmalah hukumnya tetap sah dan bukan termasuk bangkai yang haram dimakan. Meninggalkan basmalah baik disengaja atau tidak sengaja, tidak berpengaruh pada hasil sembelihan. Keduanya tetap menghasilkan sembelihan yang halal, syar’i dan boleh dimakan.

Mungkin buat kebanyakan kita, pendapat seperti agak aneh di telinga. Sebab yang umumnya kita tahu, basmalah itu mutlak diharuskan ketika menyembelih. Bahkan umumnya  para penceramah yang kita dengar di berbagai forum pengajian selalu mengingatkan kita untuk tidak makan sembelihan yang tidak dibacakan basmalah sebelumnya. Seolah-olah kewajiban membaca basmalah ini sudah menjadi ijma’ yang bulat.

Ternyata justu mazhab As-Syafi’iyah sebagai mazhab mayoritas bangsa Indonesia malah mengatakan sebaliknya. Ternyata kita dibolehkan makan daging sembelihan yang tidak dibacakan basmalah. Yang penting penyembelihnya beragama Islam, atau sekurang-kurangnya termasuk ahli kitab.

Lalu timbul pertanyaan berikutnya, yaitu apa dalil dari kebolehan memakan daging yang disembelih tanpa basmalah? Adakah ayat atau hadits yang menjelaskan kebolehannya?

https://almuawanah.com/
https://almuawanah.com/

Tentu saja para ulama mazhab Asy-syafi’iyah punya banyak sekali dalil-dalil yang menyatakan kebolehan sembelihan tanpa basmalah. Setidaknya ada tiga alasan mengapa mazhab ini tidak mensyaratkan basmalah sebagai keharusan dalam penyembelihan.

1. Pertama

Para ulama mazhab Asy-syafi’iyah berdalil dengan hadis shahih riwayat Ummul-Mukminin ‘Aisyah radhiyallahuanha :

أَنَّ قَوْمًا قَالُوا لِلنَّبِىِّ إِنَّ قَوْمًا يَأْتُونَا بِاللَّحْمِ لاَ نَدْرِى أَذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ أَمْ لاَ فَقَالَ : سَمُّوا عَلَيْهِ أَنْتُمْ وَكُلُوهُ . قَالَتْ وَكَانُوا حَدِيثِى عَهْدٍ بِالْكُفْرِ .

Ada satu kaum berkata kepada Nabi SAW, “Ada sekelompok orang yang mendatangi kami dengan hasil sembelihan. Kami tidak tahu apakah itu disebut nama Allah ataukah tidak. Nabi SAW mengatakan, “Kalian hendaklah menyebut nama Allah dan makanlah daging tersebut.” ’Aisyah berkata bahwa mereka sebenarnya baru saja masuk Islam.(HR. Bukhari)

Hadits ini tegas menyebutkan bahwa Rasulullah SAW tidak terlalu peduli apakah hewan itu disembelih dengan membaca basmalah atau tidak oleh penyembelihnya. Bahkan jelas sekali beliau memerintahkan untuk memakannya saja, dan sambil membaca basamalah.

Seandainya bacaan basmalah itu syarat sahnya penyembelihan, maka seharusnya kalau tidak yakin waktu disembelih dibacakan basmalah apa tidak, Rasulullah SAW melarang para shahabat memakannya. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya, Rasulullah SAW malah memerintahkan untuk memakan saja.

2. Kedua

Mazhab ini beralasan bahwa dalil ayat Quran yang melarang memakan hewan yang tidak disebut nama Allah di atas (ولا تأكلوا مما لم يذكر اسم الله عليه), mereka tafsirkan bahwa yang dimaksud adalah hewan yang niat penyembelihannya ditujukan untuk dipersembahkan kepada selain Allah.

Maksud kata “disebut nama selain Allah” adalah diniatkan buat sesaji kepada berhala, dan bukan bermakna “tidak membaca basmalah”.

3. Ketiga

Halalnya sembelihan ahli kitab yang disebutkan dengan tegas di dalam surat Al-Maidah ayat 5.

وَطَعَامُ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حِلٌّ لَكُمْ

Dan sembelihan ahli kitab hukumnya halal bagimu. (QS. Al-Maidah : 5)

Padahal para ahli kitab itu belum tentu membaca basmalah, atau malah sama sekali tidak ada yang membacanya. Namun Al-Quran sendiri yang menegaskan kehalalannya.

Sumber Rujukan : Kitab Mazhab Asy-Syafi’iyah

Anda mungkin akan balik lagi bertanya, apa benar mazhab Asy-syafi’iyah punya pendapat seperti itu? Dari mana sumber rujukannya? Atau jangan-jangan ini cuma mengada-ada saja.

Jawabnya tentu pasti ada rujukannya. Sebab ketika kita menyebutkan bahwa seseorang atau suatu mazhab tertentu berpendapat dengan pendapat tertentu, kita wajib merujuk ke sumber-sumber literaturnya. Agar jangan sampai disebut sebagai pemalsu atau mudallis.

Salah satu kitab rujukan dalam mazhab Asy-Syafi’i dan banyak digunakan oleh para ulamanya adalah kitab Nihayatul Muhtaj Ila Syarhil Minhaj karya Muhammad bin Abi Al-Abbas Ahmad bin Hamzah bin Syihabuddin Ar-Ramli. Beliau lebih sering disebut sebagai Al-Imam Ar-Ramli saja. Beliau termasuk ulama yang lumayan banyak dijadikan rujukan dalam mazhab Asy-Syafi’iyah.

Silahkan buka kitab beliau yang satu ini, khususnya pada  jilid 8 halaman 112. Disana disebutkan masalah ketidak-harusan basmalah ketika kita menyembelih hewan. Perhatikan redaksi yang digunakan oleh penulis kitabnya, Ar-Ramli sebagai berikut  :

فَلَوْ تَرَكَهَا وَلَوْ عَمْدًا حَلَّ لأَنَّ اللَّهَ أَبَاحَ ذَبَائِحَ أَهْلِ الْكِتَابِ بِقَوْلِهِ { وَطَعَامُ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حِلٌّ لَكُمْ } وَهُمْ لا يَذْكُرُونَهَا

Seandainya (basmalah) itu ditinggalkan, baik secara sengaja, hukumnya halal. Karena Allah SWT telah menghalalkan sembelihan ahli kitab dengan firmannya (Dan sembelihan ahli kitab halal untukmu). Padahal mereka tidak membaca basmalah.

وَأَمَّا قوله تعالى { وَلا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرْ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ } فَالْمُرَادُ مَا ذُكِرَ عَلَيْهِ غَيْرُ اسْمِ اللَّهِ : يَعْنِي مَا ذُبِحَ لِلأَصْنَامِ بِدَلِيلِ قوله تعالى { وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ }

Sedangkan firman Allah (Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah), maksudnya adalah hewan yang ketika disembelih dibaca nama selain Allah, yaitu dipersembahkan untuk berhala sebagaimana dalilnya (Dan yang disembelih untuk selain Allah).

وَسِيَاقُ الآيَةِ دَلَّ عَلَيْهِ فَإِنَّهُ قَالَ { وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ } وَالْحَالَةُ الَّتِي يَكُونُ فِيهَا فِسْقًا هِيَ الإِهْلالُ لِغَيْرِ اللَّهِ تَعَالَى { أَوْ فِسْقًا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ } وَالإِجْمَاعُ قَامَ عَلَى أَنَّ مَنْ أَكَلَ ذَبِيحَةَ مُسْلِمٍ لَمْ يُسَمِّ عَلَيْهَا لَيْسَ بِفِسْقٍ

Dan dari sisi retorika bahasa memang menunjukkan hal itu.  Sebab firman Allah menyebutkan (karena hal itu fasik). Dan keadaan yang bisa membuat orang menjadi fasik adalah menyembelih untuk berhala selain Allah. Dan secara ijma’ telah disepakati bahwa orang yang memakan sembelihan seorang muslim tidak akan disebut fasik. Namun demikian, mazhab Asy-Syafi’iyah tetap memakruhkan orang yang menyembelih hewan bila secara sengaja tidak membaca lafadz basmalah. Tetapi walau pun sengaja tidak dibacakan basmalah, tetap saja dalam pandangan mazhab ini sembelihan itu tetap sah.

Mana Pendapat Yang Benar?

Pertanyaan seperti ini menjadi ciri khas para penanya. Setelah diterangkan sekian banyak perbedaan pendapat para ulama beserta dalil-dalilnya, maka pertanyaan pamungkasnya adalah : mana yang paling benar, mana yang paling kuat dan mana yang paling rajih.

Dan jawabannya sebagaimana umumnya jawaban-jawaban lainnya, bahwa kami tidak berada pada posisi sebagai ‘tukang menyalahkan’ atau ‘tukang membenarkan’ pendapat para ulama. Sebab kedudukan mereka sangat tinggi, jauh di atas kemampuan kita sebagai orang awam.

Apalah hak kita yang awam dan sama sekali tidak mengerti ilmu istimbath hukum, kok bisa merasa ‘sok pintar’ dan ‘sok jago’ dibandingkan para ulama itu. Seorang Ibnu Rusydi yang derajatnya keilmuannya sangat tinggi sekalipun ‘tidak berani’ membuat tarjih dengan menyalahkan suatu pendapat atau membenarkan pendapat lain. Semua itu bukan karena beliau tidak berilmu, melainkan karena beliau adalah seorang alim dan mujtahid yang amat sangat berakhlak mulia dan menjunjung tinggi para ualma.

Kalau seorang Ibnu Rusyd yang sangat kawakan saja masih punya sopan santun untuk tidak mentarjih, maka apatah lagi kami sebagai orang awam, tentu saja jadi sangat kurang-ajar kalau berani menyalahkan suatu pendapat yang keluar dari mulut para ulama.

Jadi jawabannya, kami tidak akan menyalahkan salah satunya. Semua hasil ijtihad para fuqaha itu benar, karena sudah melewati proses ijtihad yang panjang yang dilakukan oleh para ekspert di bidangnya.

Saatnya Santri Melek Konsep Muamalah Kontemporer; Revitalisasi Hukum dengan Santun dan Islami

Saatnya Santri Melek Konsep Muamalah Kontemporer; Revitalisasi Hukum dengan Santun dan Islami

Pada era modern seperti sekarang ini peradaban manusia betul- betul menghadapi transformasi yang begitu pesat. Terus menjadi derasnya arus pertumbuhan terknologi, tampaknya memanglah berdampak pada style hidup manusia sampai kurang ingat hendak kemana dia akan kembali. Oleh karena itu, bagaikan Santri seyogyanya wajib melek konsep muamalah secara kontemporer supaya sanggup menjawab seluruh berbagai problematika di lingkungan warga.

Santri, bukan cuma hanya sesuatu julukan. Tetapi Santri ialah cerminan jati diri seseorang insan yang sudah memahami individu dari segi bathin baik pula zhohir.

Santri, tidak cuma sebatas ngaji di pondok pesantren.

Malah Santri sejatinya sanggup membuat atmosfer apapun serta dimanapun jadi suatu ruang bimbingan.

Santri, bukan berarti kalangan apatis. Sejatinya tanggung jawab yang utama untuk seseorang Santri merupakan mengayomi serta menegaskan masyarakatnya supaya bersama- sama mengarah kepada jalur yang dirahmati oleh Allah Swt.

Santri, bukan hanya kalangan sarungan. Tetapi Santri merupakan sesosok individu yang berupaya seluruhnya buat mengabdikan diri kepada sang ilahi.

Sedikitnya hipotesis yang sudah tersebutkan diatas pastinya untuk menjadi seseorang santri tidaklah sesuatu capaian yang dapat diraih dengan gampang. Jadi, Santri wajib sanggup menguasai agama langit secara disiplin serta cocok dengan tuntunan dari sang guru.

Agama langit merupakan ajaran yang diperuntukkan buat umat manusia. Cakupannya amat luas, sehingga konteksnya tidak terbatas. Ajaran ini begitu fitrah (murni) yang secara tidak berubah-ubah jadi pedoman dalam kehidupan peradaban manusia dari era ke era.

Pedoman tersebut berbentuk kutub yakni buku-buku yang dinamakan Al- Qur’ an, Taurat, Injil, serta Zabur. Al- Qur’ an merupakan kitab yang sangat istimewa, sebab isi kandungannya mencakup 3 kitab (Taurat, Injil, & Zabur) di dalamnya.

Oleh karena itu, seseorang Santri dalam menguasai Al- Qur’ an bukan suatu perihal yang gampang, yang tidak terlepas dari Nahwu, Bayan, Mantiq, Ma’ ani serta Bhalagah, Tarikh, Riwayah serta sains. Kenyataan yang telah disebutkan faktanya para ulama sudah setuju termasuk Al- Habib Al- Mursyid M. Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya sempat mengatakan perihal demikian.

Santri zaman now

Sepanjang ini terus menjadi jelaslah pula, nyatanya jadi Santri merupakan jadi pelopor- pelopor kemajuan bangsa sebab tanggung jawabnya tidak sebatas terhadap diri sendiri. Tujuan utama Santri merupakan kesejahteraan warga.

Demi menunjang penyataan diatas, lalu apa yang wajib dicoba oleh seseorang Santri? jadi Santri baiknya lebih fleksibel, supaya tidak sangat monoton dalam berlagak. Santri yang bagaimana yang diharapkan? pada masa ini, yang diperlukan dari seseorang Santri ialah sesosok yang piawai, sehingga memunculkan kesegaran pada setiap lapisan masyarakat.

Baca juga: Macam-macam ibadah haji

Dewasa ini tentu sudah saatnya seseorang Santri wajib sanggup jadi referensi di masing- masing kasus di warga. Karenanya Santri melek konsep muamalah kontemporer dan keterkaitannya.

jabalkat

Dalam hal ini saya memiliki sebuah buku yang berjudul “JABALKAT (Jawaban Problematika Masyarakat)”. Buku ini berisi lebih dari 450 jawaban atau berbagai problematika masyarakat, baik yang berkaitan dengan akidah, ibadah, muamalah ataupun interaksi sosial lain yang sering mencuat di tengah-tengah masyarakat.

Buku ini merupakan kumpulan dari bahtsul masail yang disusun oleh purna siswa 2015 MHM Lirboyo.

Macam Macam Ibadah Haji

Macam Macam Ibadah Haji

Menunaikan ibadah haji merupakan rukun islam ke-5, yang diwajibkan bagi orang-orang beriman yang mampu.

Ibadah haji dilakukan bersama dan dilakukan di beberapa tempat di Mekah pada bulan Dzulhijah.

Kegiatan inti ibadah dimulai pada tanggal 8 Dzulhijjah, saat umat Islam bermalam di Mina, lalu wukuf (berdiam diri) di Padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Ibadah haji berakhir setelah dilaksanakan jumrah pada tanggal 10 Dzulhijjah.

Saat melakukan ibadah haji, penting bagi calon jamaah haji mengetahui niat haji sebagai rukun pertama dalam ibadah haji.

Macam macam haji dan umroh ditinjau dari pelaksanaannya, Ibadah Haji ada 3 macam. Yaitu :

  1. HAJI IFRAD

Membedakan atau memisahkan “Ibadah Haji” dan “Ibadah Umrah”, dimana Haji dilakukan terlebih dahulu, kemudian melakukan Umrah. Atau dengan kata lain mengerjakan Haji dan Umrah dengan 2 kali Ihram.

Adapun cara pelaksanaannya adalah :

  1. Ihram dan Mikat untuk Haji
  2. Ihram lagi dan Mikat untuk Umrah

Umrah dikerjakan setelah menyelesaikan semua pekerjaan Haji tetapi masih dalam Bulan Haji.

  1. HAJI QIRAN

Artinya bersama-sama atau dijadikan satu paket, yaitu melaksanakan “Ibadah Haji” dan “Ibadah Umrah” secara bersamaan. Atau mengerjakan Haji dan Umrah dalam 1 kali Ihram. Adapun cara pelaksanaannya adalah :

  1. Melakukan Ihram dan Mikat dengan niat untuk Haji sekaligus Umrah
  2. Semua “Amalan Umrah” (Tawaf, Sa’i dan Tahallul dihitung sudah termasuk sewaktu melaksanakan “Amalan Haji”

Dengan cara ini berarti seluruh pekerjaan Umrah sudah tercakup dalam pekerjaan Haji.

  1. HAJI TAMATTU

Artinya bersenang-senang yaitu “Ibadah Umrah” dan “Ibadah Haji” dilakukan secara terpisah dalam 2 kali Ihram. Yaitu melakukan “amalan Umrah” lenih dulu dan setelah itu boleh langsung Tahallul (agar bebas pantangan Ihram), baru nanti setelah 8 Zulhijah Ihram lagi untuk “Amalan Haji”

Adapun cara pelaksanaanya adalah :

  1. Melakukan Ihram dan Mikat untuk Umrah dan setelah selesai Tawaf dan Sa’i langsung Tahallul agar terbebas dari larangan Ihram
  2. Ihram lagi pada 8 Zulhijah dan Mikat untuk Haji

Umrah dan Haji deikerjakan secara terpisah dengan 2 kali Ihram. Dengan cara terpisah itu pelaksanaan ritual Haji dan ritual Umrah menjadi lebih mudah dan ringan. Itulah yang menjadi sebab mengapa para pelakunya dikenakan denda berupa Dam yakni dengan menyembelih seekor kambing. Jika tidak mampu membayar Dam, maka dapat digantikan dengan Puasa selama 10 hari, yaitu 3 hari ketika masih ditanah haram dan 7 hari setelah kembali ke tanah air.

MANA YANG PALING AFDHAL?

https://almuawanah.com/
https://almuawanah.com/

Dari 3 jenis Haji tersebut, manakah yang paling afdhal? Hal ini sering menjadi pertanyaan yang sulit untuk dijawab. Pasalnya ketiga-tiganya memiliki kelebihan dan kekurangan.

SYAFI’I  : Ifrad lebih afdhal kemudian Tamattu, kemudian Qiran. Ini berdasarkan hadis Riwayat Aisyah.

HAMBALI  : Tamattu labih afdhal berdasarkan kepada Hadis Riwayat Jabir bin Abdullah

MALIKI  : Ifrad lebih afdhal kemudian Tamattu, kemudian Qiran. Ini berdasarkan hadis Riwayat Aisyah

HANAFI  : Qiran lebih afdhal berdasarkan hadis dari Umar

Semua hadis tersebut sahih dan tidak diragukan kebenarannya. Maka anda boleh pilih mana saja yang paling cocok dan sesuai dengan kebutuhan Anda. Maka untuk menghindari keragu-raguan dianjurkan untuk mencocokkan waktu anda dengan segala kelebihan dan kekurangannya seperti kesimpulan dibawah ini.

IFRAD    = pilihlah ifrad jika Jama’ah yang waktunya sedikit, tiba di Mekkah hampir 8 Zulhijah.

TAMATTU = pilihlah Tamattu untuk Jama’ah yang waktunya senggang, tinggal lama di Mekkah menunggu 8 Zulhijah.

QIRAN  = pilihlah Qiran untuk Jama’ah yang waktunya sempit sekali, karenanya menggabung Haji dan Umrah

petunjuk Kematian yang Dapat Dilihat 6 Bulan Sampai 40 Hari Sebelum Ajal Menjemput


Kelahiran manusia akan membawa sukacita, meski kematian akan membawa duka
Walaupun roda kehidupan hal yang demikian diketahui dan disadari manusia, tapi kematian konsisten meninggalkan duka bagi yang tinggalkan.

Seperti dikutip dari situs cahayamuslim.com dari tulisan perihal tata metode perawatan kesehatan di situs 39yst.com, diulas terkait 15 petunjuk-petunjuk menjelang kematian seseorang.
Pedoman-petunjuk kematian seseorang hal yang demikian terlihat dalam kurun waktu enam bulan sebelum ajal menjemput.

Berikut 15 petunjuk-petunjuk seseorang menjelang kematian:
1. Udara napas yang dihembuskan terasa dingin di telapak tangan.

Umumnya tiupan napas yang normal seseorang akan terasa panas/hangat dikala dihembuskan di telapak tangan.

Tetapi, tiupan napas ini justru sebaliknya terasa dingin/sejuk.

2. Dalam manik mata orang lain tak bisa memandang bayangan kita sendiri.
Umumnya bayangan siapa saja bisa diamati, tapi orang yang menjelang ajal tak akan bisa memandangnya.
3. Pelemahan pada empat member tubuh, empat member tubuh terasa nyeri tak tertahankan.
4. Warna tinja menjadi putih.
5. Gigi menjadi esktrim kering dan hitam.
6. Alat menjadi lisut dan kusam.
7. Hidung menjadi miring.

8. Dapat memandang bintang pada siang hari, meski orang lain tak bisa memandangnya.
9. Mata tak terasa silau dikala menatap sang surya.
Tentu saja Surya di siang hari, bukan sang surya yang baru terbit dari ufuk timur, mata orang lain merasa silau.

Tetapi, ia bisa menatap sang surya siang itu dengan hening dan tak menyilaukan matanya.
10. Air kencing menjadi asam.
Tercium wewangian asam dari urinnya yang tajam menusuk.
11. Tak bisa memandang bayangan sendiri.
Tak peduli apakah di bawah pancaran cahaya sang surya, atau di bawah cahaya bulan, tapi ia tak bisa memandang bayang-bayangnya sendiri, tak ada lagi bayang-bayangnya.
12.Garis-garis atau kerut di dahinya membengkak.
13. Timbul bintul-bintul merah di tempat di bawah pusar.

14. Pada spot Yongquan (berlokasi di 1/3 tengah kaki dari ujung atas) dan spot Yintang (berlokasi di batang hidung, pertengahan jarak ujung alis mata), terasa nyeri/sakit seperti ditusuk jarum.
Jika ada gejala seperti yang diceritakan pada nomor 13 dan 14, ini akan cukup fatal.
15. Emosi yang acap kali berubah-ubah tak menentu.

Fluktuasi (emosionil) yang tak umum dan tanpa sebab yang jelas, tak bisa mengatur diri.Jualkerandaambulance
Munculnya petunjuk-petunjuk ini, dimana salah satu diantaranya itu menyiratkan kemungkinan besar akan pergi selamanya dalam enam bulan ke depan, khususnya nomor 13 dan 14, seandainya ada petunjuk-petunjuk seperti ini, karenanya umur hidup hanya akan berlangsung sekitar tiga hari di muka Bumi.

Pedoman 40 Hari Sebelum Ajal Menjemput

Inilah beberapa petunjuk, lebih spesifik 40 hari sebelum kematian menjemput, seseorang akan mengalami petunjuk-petunjuk seperti dibawah ini seperti dikutip dari Eberita.org
Pertama: 40 hari menuju kematian
Pedoman-petunjuk kematian ini juga timbul setelah masuk waktu asar, komponen sentra dari tubuh kita akan berdenyut.
Itu petunjuk bahwa daun yang tertulis nama kita dari pohon yang berlokasi di Arshy Allah SWT. Sudah gugur.
Lalu malaikat maut mengambil daun hal yang demikian dan seketika membikin persiapan diantaranya mulai mengawasi kita tiap dikala.
Dan kadang kala malaikat maut menunjukkan dirinya kepada orang yang akan dicabut nyawanya dalam bentuk manusia, dan seketika itu pula orang itu akan terasa terkejud dan linglung memandang malaikat maut.
Walaupun malaikat maut formatnya hanya satu tapi atas izin Allah swt, Dia sanggup mencabut nyawa seseorang dalam waktu yang beriringan.

Kedua: 7 hari dikala kematian akan datang

Pedoman ini timbul setelah masuk waktu asar, petunjuk-petunjuk kematian ini hanya diberi Allah swt Terhadap orang yang diuji Allah dengan Sakit, biasanya orang yang sedang sakit tak berselera makan, tiba-tiba mau makan.
Ini merupakan isyarat dari Allah bahwa kematian memang benar-benar telah dekat.

Ketiga: 3 hari, kematian diambang pintu.

Pada suatu dikala akan terasa denyutan di tengah dahi kita, merupakan antara dahi kanan dan dahi kiri.
Jika petunjuk-petunjuk kematian ini bisa dinikmati karenanya sebaiknya berpuasalah kita setelah itu. Keranda Mayat
Agar perut kita tak mengandung banyak najis, dan ini akan mempermudah orang lain utk memandikan jasad kita.
Setelah itu pula mata hitam kita tak bercahaya lagi, dan bagi orang yg sakit, hidungnya pelan akan masuk ke dalam, ini bisa terlihat jelas seandainya diamati dari sisi tubuh kita.
Alat akan layu dan berangsur-angsur masuk ke dalam.
Tapak kaki tegak berangsur-angsur lurus ke depan dan sukar untuk ditegakkan lagi.
Keempat: Sehari sebelum kematian.

Pedoman-petunjuk kematian ini juga terjadi setelah waktu ashar, kita akan merasakan denyutan di komponen ubun-ubun, ini menggambarkan kita telah tak sempat lagi memandang waktu ashar di keesokan harinya.
Kelima: Pedoman terakhir, Kematian Menghampirimu.!
Kita akan merasakan sejuk di komponen sentra, lalu turun ke pinggang dan akan terus naik ke komponen halkum.
Pada masa ini hendaknya kita acap kali beristighfar memohon ampun pada Allah, dan acap kali-acap kali membaca syahadat.
Menata hati, mengonsentrasikan fikiran kita hanya kepada satu arah merupakan Allah SWT.

3 Isyarat Kematian sebelum malaikat maut mencabut nyawanya.

Dikutip dari kabarmakkah.com, dalam kitab Irsyadul Ibad diceritakan bahwa Nabi Ya’qub AS acap kali bertanya pada Malaikat Maut.
Di antara salah satu pertanyaan itu merupakan terkait dengan dilema kematian.
“Aku tahu bahwa tugasmu merupakan mencabut nyawa manusia. Tetapi alangkah lebih bagus seandainya engkau memberi isyarat padaku khususnya dulu sebelum menjemput nyawaku nanti.” kata Nabi Ya\\\’qub.
“Baiklah, kelak akan kukirim kepadamu dua atau tiga isyarat.”
Selang beberapa lama, Malaikat Maut datang kembali datang untuk menemui Nabi Ya’qub AS. Nabi Ya’kub bertanya, “Apa kedatangan Saudara hanya untuk sekedar bertamu seperti biasanya?”
“Tak, saya mau mencabut nyawamu.” jawab Malaikat Maut.
“Bukankah dulu saya pernah berpesan padamu agar mengingatkan saya sebelum kau mencabut nyawaku?” kata Nabi Ya’qub sebab kaget nyawanya hendak dicabut.
“Sudah saya kirimkan kepadamu isyarat yang kau tunggu-tunggu itu, tak hanya satu bahkan tiga sekaligus: pertama, rambutmu yang telah banyak memutih; kedua, tubuhmu yang acap kali melemah; dan ketiga badanmu yang telah membungkuk. Itulah isyarat yang telah kukirimkan kepada seluruh manusia sebelum saya mendatangi mereka untuk kucabut nyawanya.” jawab Malaikat Maut.
Begitulah metode Allah SWT memberikan peringatan kepada seluruh manusia dengan ajal yang telah mulai dekat. Karena tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. (QS. al-Anbiya’:35).
Tetapi, kebanyakan manusia lebih suka pura-pura untuk melupakannya. Manusia mengakui tiga isyarat kematian hal yang demikian, tapi mereka acap kali menyalahinya dengan perbuatannya.
Manusia mengaku sebagai hamba Allah, tapi kelakukannya terbalik dengan pengakuannya. Mereka acap kali berkata Allah-lah yang memberinya rezeki dan mencukupi kebutuhannya.
Tetapi pikiran dan hati mereka terpenjara dengan keduniawian. Mereka mengetahui bahwa kematian itu pasti akan menemuinya, tapi lihatlah amal dan ibadah mereka.. seolah-olah mereka tak akan pernah mati dan meninggalkan dunia
fana ini.

Betapa banyak manusia yang mengaku dirinya merupakan hamba Allah, tapi perbuatannya tak layak dengan pengakuannya. Karena realitanya banyak diantara mereka yang menjadi hamba uang, hamba dunia, hamba jabatan, dan semisalnya.
Mulutnya acap kali berucap, “Aku merupakan hamba Allah,” tapi tangannya masih saja mengambil hak orang lain, mendzalimi dan merugikan orang lain, atau mungkin bergembira \\\’menerima\\\’ sesuatu yang tak harus ia terima.

 

Dengan petunjuk dan rahmat Allah, Semoga kita bisa membenahi kembali kehidupan kita ke jalan yang lebih bagus, Jalan yang telah dicontohkan Allah dalam Al Qur\\\’an dan Assunnah, Sehingga sisa-sisa umur yang ada bisa kita pakai dengan sebaik-pantasnya.
Dengan kian bertambahnya umur, semoga kian bertambah pula ketaatan dan kualitas ibadah kita, bukan bahkan kian bertambah dosa-dosa kita kepada-Nya. Naudzubillah min dzalik.
Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh bergembira orang-orang yang panjang usianya lagi bagus amal perbuatannya.” (HR Thabrani).
Wallahu A\\\’lam.(*)

26 Model Sajadah Dengan Motif yang Menarik

Sajadah yang kita kenal banyak motif dan disign yang banyak, Sajadah juga kerap kita dapatkan di berjenis-jenis pasar. Pasar Tradisional juga pasar Modern. lihat dan baca juga mengenai perlengkapan Masjid Topceer.

Biasanya sajadah memiliki ukuran 90x120cm, memang pengunaan nya diperuntukkan untuk shalat karenanya dibuat secukupnya walaupun ada sajadah karpet panjang seperti yang ada pada masjid masjid agung. Makna dari sajadah yang berukuran semput hal yang demikian memiliki arti bahwa dalam kondisi sempit dan serumit apa saja muatan hidup yang kita natural, pasti semuanya bisa diatasi dengan kita sujud di tempat sesempit sajadah.
Makna lain ialah sebesar dan sebanyak apa saja dosa atau kesalahan yang telah kita lakukan, hendaknya kita pasrahkan dan meminta ampunan kepada Allah SWT, dengan bersimpuh dengan rasa sesal dan malu lalu bangkit untuk bertaubat sujud diatas tempat sesempit sajadah berkeinginan bahwa semua dosa dan kesalahan yang telah kita lakukan akan diampuni dan mampu ditampung oleh sajadah yang sesempit itu.

Banyak para muslim mengaplikasikan sajadah untuk shalat. Karena kini banyak berjenis-jenis model biasanya sajadah juga sebagai oleh-oleh dari Haji. Pelbagai motif dan variasi yang kita banyak dapatkan

1. Sajadah Turki

Sajadah Turki yang motif batik tunisia VM yang kerap di buat dengan khusus. Sajadah turki ini di jual rata-rata di oline. Sekitar harga 29 ribu.

2. Sajadah Arab Saudi

Figur ini yang bakal kau bisa oleh-oleh tepat saudara atau tetangga kau pergi ke tanah suci. Figur ini selalu di incar oleh banyak orang. Bahan yang wajib dan motif yang mewah.

3. Sadah Bulu Rasfur

Sajadah Safur ini dengan bahan yang halus, Sajadah ini termasuk sajadah yang modern banyak variasi bentuk. Dengan tebal rata-rata 2cm, Sajadah ini termasuk lumayan mahal per barang.

4. Sajadah Bali

Sejadah Bali ialah khas dari tempat bali yang berbahan rayon, Ciri khas sajadah ini banyaknya warna cemerlang.

5. Sajadah Batik

Sajadah batik, Termasuk sajadah yang belum banyak orang punya. Sajadah batik juga banyak motif berjenis-jenis corak batik yang ada di Inonesia

6. Sajadah Menyala

Sajadah menyalah ini hal terupdate, Sajadah ini akan menyalah dikala arah kiblat. Perancang Sajadah ini berasal dari Inggris yang mempermudah mencari tahu arah kiblat. Nama sajadah ini ialah EL Sajjadah.

7. Sajadah Yasmin

Sajadah Yasmin biasanya dipakai di Mesjid-masjid. Dengan panjang dan lebar sajadah yasmin berbeda dengan Sajadah yang umum.

8. Sajadah Dubai

Sajadah Dubai identik dengan warna-warna yang kalem. Seperti, Cokelat, Abu-abu, sajadah dubai ini juga kerap dipakai semua kalangan.

9. Sajadah MiniVia

Sajadah Mini ini di design untuk si kecil-si kecil, Sajadah ini juga banyak variasi

10. Sajadah Prayer Rug

Sajadah Prayer Rug ini terbilang unik, karena sajadah ini lebih praktis untuk dipakai beberapa orang.

11. Sajadah Bursa

Sajadah ini klasik dan memiliki warna yang jarang ada di sajadah lainnya

12. Sajadah PRINTING DUCHESS

Sajadah ini memiliki exstra tebal, ini ialah salah satu karya yang membedakan sajadah lainnya. Sajadah ini memiliki bahan Satin Duchess, ukuran sajadah ini juga lumayan sekitar 60 X 120 cm. yuk baca juga Sajadah Masjid Polos.

13. Sajadah Ransel

Sajadah tas ini mempermudah pengguna untuk tak ribet dan membawa sejadah kemana-mana.

14. Sajadah Kepala

Sajadah ini khusus cuma kepala yang biasanya dipakai di masjid.

15. Sajda Teal Sajadah

Sajadah sadjal teal ini terbuat dari bahan Froam yang dirancang khusus untuk kecehatan, Sajadah ini tak membahayakan bagi kecehatan. Memberi kenyaman untuk kaki, lutut, dan tanggan yang lebih lagi terhindar dari debu dikala sujud. Sajadah ini bisa dibawa pergi mendaki gunung.

16. Sajadah Karakter Hati

Sajadah ini di design untuk si kecil-si kecil. Ini membuat si kecil kecil lebih rajin untuk shalat karena ada karakter yang ia sukain.

17. Sajadah Ransel Hati

Sajadah ini sama dengan sajadah karakter namun sajadah ini memiliki tas yang senada dengan sajadah

18. Sajadah Plastik Dengan Arah

Sajadah dengan bahal plastik ini mempermudah kita unuk pergi kemana mana, dan memberi tahu arah kiblat. Semisal kau pergi jauh dan dikala itu kau jauh dari mana-mana dan jauh dari musollah kau bisa mengamati arah lewat alat penunjuk arah hal yang demikian

20. Sajadah Printing Bunga

Sajadah printing bunga ini di design untuk wanita. Motif bunga yang menawan dan menawan akan membuat teduh.

21. Sajadah dan Mukena

Figur ini membuat pembeli mempermudah shalat dengan satu tas saja. Pembeli tak usah repot untuk membawa masing-masih.

22. Sajadah Zamzam dan Kabah

Figur ini membuat Kabah dan Zamzam Tower menonjol menawan dan mewah. Sajadah ini juga bisa untuk oleh-oleh yang baru pulang naik Haji.

23. Sajadah Makkiah

Sajadah Makkiah ini terbilang juga produksi dari turki. Sajadah ini lebih menonjol motif yang simpel.

24. Sajadah Chinese Dragon

Ini yang lebih menonjol dengan warna merah yang menunjukan warna yang hoki di Chinese.

25. Sajadah Sajda Salah Mat

Sajadah ini memiliki banyak warna yang kau menyukai.

26. Sajadah Rajut

Sajadah ini dibuat dengan hasil tanggan, Sajadah ini 100% dari rajutan