Macam Macam Ibadah Haji

Macam Macam Ibadah Haji

Menunaikan ibadah haji merupakan rukun islam ke-5, yang diwajibkan bagi orang-orang beriman yang mampu.

Ibadah haji dilakukan bersama dan dilakukan di beberapa tempat di Mekah pada bulan Dzulhijah.

Kegiatan inti ibadah dimulai pada tanggal 8 Dzulhijjah, saat umat Islam bermalam di Mina, lalu wukuf (berdiam diri) di Padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Ibadah haji berakhir setelah dilaksanakan jumrah pada tanggal 10 Dzulhijjah.

Saat melakukan ibadah haji, penting bagi calon jamaah haji mengetahui niat haji sebagai rukun pertama dalam ibadah haji.

Macam macam haji dan umroh ditinjau dari pelaksanaannya, Ibadah Haji ada 3 macam. Yaitu :

  1. HAJI IFRAD

Membedakan atau memisahkan “Ibadah Haji” dan “Ibadah Umrah”, dimana Haji dilakukan terlebih dahulu, kemudian melakukan Umrah. Atau dengan kata lain mengerjakan Haji dan Umrah dengan 2 kali Ihram.

Adapun cara pelaksanaannya adalah :

  1. Ihram dan Mikat untuk Haji
  2. Ihram lagi dan Mikat untuk Umrah

Umrah dikerjakan setelah menyelesaikan semua pekerjaan Haji tetapi masih dalam Bulan Haji.

  1. HAJI QIRAN

Artinya bersama-sama atau dijadikan satu paket, yaitu melaksanakan “Ibadah Haji” dan “Ibadah Umrah” secara bersamaan. Atau mengerjakan Haji dan Umrah dalam 1 kali Ihram. Adapun cara pelaksanaannya adalah :

  1. Melakukan Ihram dan Mikat dengan niat untuk Haji sekaligus Umrah
  2. Semua “Amalan Umrah” (Tawaf, Sa’i dan Tahallul dihitung sudah termasuk sewaktu melaksanakan “Amalan Haji”

Dengan cara ini berarti seluruh pekerjaan Umrah sudah tercakup dalam pekerjaan Haji.

  1. HAJI TAMATTU

Artinya bersenang-senang yaitu “Ibadah Umrah” dan “Ibadah Haji” dilakukan secara terpisah dalam 2 kali Ihram. Yaitu melakukan “amalan Umrah” lenih dulu dan setelah itu boleh langsung Tahallul (agar bebas pantangan Ihram), baru nanti setelah 8 Zulhijah Ihram lagi untuk “Amalan Haji”

Adapun cara pelaksanaanya adalah :

  1. Melakukan Ihram dan Mikat untuk Umrah dan setelah selesai Tawaf dan Sa’i langsung Tahallul agar terbebas dari larangan Ihram
  2. Ihram lagi pada 8 Zulhijah dan Mikat untuk Haji
Baca Juga:  Belajar Agama Islam Online

Umrah dan Haji deikerjakan secara terpisah dengan 2 kali Ihram. Dengan cara terpisah itu pelaksanaan ritual Haji dan ritual Umrah menjadi lebih mudah dan ringan. Itulah yang menjadi sebab mengapa para pelakunya dikenakan denda berupa Dam yakni dengan menyembelih seekor kambing. Jika tidak mampu membayar Dam, maka dapat digantikan dengan Puasa selama 10 hari, yaitu 3 hari ketika masih ditanah haram dan 7 hari setelah kembali ke tanah air.

MANA YANG PALING AFDHAL?

https://almuawanah.com/
https://almuawanah.com/

Dari 3 jenis Haji tersebut, manakah yang paling afdhal? Hal ini sering menjadi pertanyaan yang sulit untuk dijawab. Pasalnya ketiga-tiganya memiliki kelebihan dan kekurangan.

SYAFI’I  : Ifrad lebih afdhal kemudian Tamattu, kemudian Qiran. Ini berdasarkan hadis Riwayat Aisyah.

HAMBALI  : Tamattu labih afdhal berdasarkan kepada Hadis Riwayat Jabir bin Abdullah

MALIKI  : Ifrad lebih afdhal kemudian Tamattu, kemudian Qiran. Ini berdasarkan hadis Riwayat Aisyah

HANAFI  : Qiran lebih afdhal berdasarkan hadis dari Umar

Semua hadis tersebut sahih dan tidak diragukan kebenarannya. Maka anda boleh pilih mana saja yang paling cocok dan sesuai dengan kebutuhan Anda. Maka untuk menghindari keragu-raguan dianjurkan untuk mencocokkan waktu anda dengan segala kelebihan dan kekurangannya seperti kesimpulan dibawah ini.

IFRAD    = pilihlah ifrad jika Jama’ah yang waktunya sedikit, tiba di Mekkah hampir 8 Zulhijah.

TAMATTU = pilihlah Tamattu untuk Jama’ah yang waktunya senggang, tinggal lama di Mekkah menunggu 8 Zulhijah.

QIRAN  = pilihlah Qiran untuk Jama’ah yang waktunya sempit sekali, karenanya menggabung Haji dan Umrah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *