Mencangkok dengan Sabut kelapa Yang Mudah Dilakukan

Mencangkok dengan Sabut kelapa Yang Mudah Dilakukan

Cangkok ialah salah satu cara tumbuhan berkembang biak secara vegetatif buatan. Dengan mencangkok berarti kita memperbanyak tumbuhan dengan cara memotong dahan tumbuhan induknya. Mencangkok dengan sabut kelapa ialah salah satu cara yang sudah banyak dilakukan.

Pemanfaatan sdabut kelapa dilakukan agar tidak menghasilkan limbah saja. Selain untuk mencangkok biasanya sabut kelapa dibuat cocomesh jaring sabut kelapa, cocopot, cocosheet dan lain lain

Teknik Cangkok

teknik cangkok

Untuk teknik perbanyakan tumbuhan ini dilakukan secara berlapis-lapis di atas tanah atau sering disebut dengan marcotten = marcoteren. Teknik cangkok dipilih sebagai teknik perbanyakan tanaman pekarangan seperti mangga, rambutan, dan sawo karena beberapa alasan antara lain:

Biasanya teknik ini sangat berguna untuk memperbanyak tanaman kayu besar dan kecil. Tanaman tidak dapat diperbanyak dengan menggunakan teknik vegetatif lain seperti stek karena sulit untuk merebahkan akar jika dipisahkan dari tanaman induk.

Tanaman memiliki cabang yang cukup tinggi sehingga tidak mudah menekuk ke tanah Teknik cangkok ada dua macam, yaitu:

  1. Cangkok insisi
  2. Split graft

Metode perbanyakan dengan cangkok terpisah pada dasarnya sama dengan implan sayatan. Perbedaan antara cangkok split adalah cara cabangnya dipotong. Mula-mula cabang dipotong menjadi dua lalu dibagi ke atas, 15 cm – 20 cm atau tergantung besar kecilnya cabang.

Biarkan keratin luka atau mengering sebentar, lalu gosok dengan ZPT Rootone atau Atonic. Ambil kaleng bekas atau pot kecil berisi pecahan bata merah di bagian bawah dan media tanamnya adalah campuran tanah dan pupuk kandang (1: 1).

Kemudian bagian ranting tersebut diletakkan di dalam kaleng atau pot sambil digantungkan di dahan berikutnya. Setelah cagkokan berakar, ia dapat segera dipisahkan dari pohon induknya.

Mencangkok Dengan Sabut Kelapa

Untuk mendapatkan bibit yang berkualitas dapat dilakukan dengan cara okulasi. Okulasi adalah teknik perbanyakan atau pembibitan tanaman secara vegetatif yang dilakukan dengan cara melukai atau mengencangkan cabang pohon induk dan membungkus media tanam di sekelilingnya untuk merangsang pembentukan akar.

Teknik okulasi ini relatif sudah dikenal petani sejak lama dan tingkat keberhasilannya lebih tinggi karena akar okulasi tumbuh saat masih di pohon induk. Perbanyakan tanaman dengan metode cangkok dipilih karena memiliki beberapa keunggulan dibandingkan perbanyakan menggunakan biji.

Diantara khasiatnya, sifatnya sama dengan induknya, sehingga bila benih cangkok diambil dari indukan yang bermutu paling tinggi, benih hasil sambung tersebut akan mewarisi sifat unggul tersebut. Keberhasilan tinggi, berbuah lebih cepat daripada bibit dari biji, dan pohon tidak tumbuh terlalu tinggi bahkan dapat diatur sesuai keinginan.

Baca Juga:  Hukum Membaca Basmalah Pada Saat Menyembelih Qurban

Ada beberapa metode okulasi antara lain metode, bahan media yang digunakan, bahan pengemas, dan lain sebagainya. Misalnya pembungkus media cangkok yang saat ini umumnya plastik, berbeda dengan gumpalan dulu yang bahan pembungkusnya adalah batok kelapa, seperti yang akan kami jelaskan di bawah ini.

Cara Mencangkok dengan Sabut kelapa

Mencangkok dengan Sabut Kelapa1

Alat dan bahan:

  • Siapkan alat dan bahan yang Anda butuhkan yaitu:
  • Tanaman induk atau pohon yang akan dicangkok
  • Pisau tajam
  • Sabut kelapa untuk membungkus cangkok. Sabut kelapa yang digunakan untuk okulasi adalah batok / kulit kelapa yang telah dipisahkan dari kulit luarnya yang keras sehingga bagian dalam kulitnya mudah digunakan.
  • Tali untuk mengikat cangkok
  • Media cangkok adalah tanah gembur dan sekam dengan perbandingan 1: 1.

Cara Mencangkok Dengan Sabut Kelapa:

  1. Pilih cabang yang akan dicangkok dengan ukuran sedang, tidak terlalu muda, dan tidak terlalu tua.
  2. Pilih dari pohon induk yang berkualitas tinggi, sehat, bebas hama dan penyakit serta produktivitas tinggi.
  3. Buat 2 potongan melingkar dengan jarak 5-10 cm, lalu kupas kulit pohon di antara keduanya.
  4. Kikis area yang telah dikupas hingga kambium atau lendir benar-benar bersih, tidak licin, dan kering.
  5. Langkah selanjutnya adalah membungkus media okulasi di sekitar stek. Caranya yaitu dengan membungkus kelapa pada graft, mengikat kelapa pada bagian bawah stek, dan memasukkan media okulasi berupa campuran tanah gembur dan sekam padi, kemudian mengikat batok kelapa seperlunya, kemudian diikat. atas, ikat juga. bagian tengahnya sehingga kelapanya sangat padat dan bagian dalam medium tidak tumpah.
  6. Bilas cangkokan dengan air bersih hingga medium mencapai titik jenuh air. Irigasi cukup untuk menuangkan air ke dalam cangkok dan otomatis air akan meresap ke dalam media.
  7. Penyiraman selanjutnya dilakukan secara berkala bila media cangkok sudah dianggap kering. Jika pemindahan dilakukan pada musim hujan, tidak diperlukan penyiraman

Demikian cara mencangkok dengan sabut kelapa yang bisa kalian praktikkan. Hal ini sangat mudah dilakukan dan bermanfaat sekali. Selamat mencoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *