Serba-serbi TPU Tegal Alur, Makam Luas di Jakarta Barat

Serba-serbi TPU Tegal Alur, Makam Luas di Jakarta Barat

TPU Tegal Alur merupakan salah satu TPU yang ada di Jakarta Barat.

Pemakaman ini merupakan TPU pemerintah atau dengan kata lain dikelola oleh Suku Dinas Kehutanan Jakarta Barat.

Kuburan Tegal Alur sudah cukup lama beroperasi.

Dan kini, menjadi salah satu TPU tumpuan warga Jakarta Barat yang membutuhkan lahan makam.

Hal ini bisa terjadi lantaran lahan makam di Tegal Alur sangat luas, walaupun tidak sangat luas seperti makam Sandiegohills

Sedangkan untuk TPU yang lainnya hanya berupa tanah wakaf yang tidak begitu luas dan sudah terisi penuh.

Namun karena itulah sejumlah masalah terjadi makam yang sangat luas ini.

TPU Tegal Alur beberapa kali sempat menjadi bahan pemberitaan media lantaran terjadi beberapa kasus yang semuanya merugikan warga.

Selain beberapa kasus yang sempat terjadi, terdapat pula beberapa informasi lain terkait TPU Tegal Alur.

Untuk Anda yang penasaran, inilah dia penjelasan dari serba-serbi tempat pemakaman umum Tegal Alur Jakarta Barat:

Alamat

TPU ini berada di Jakarta Barat tepatnya di Jalan Kamal Raya nomor 1A, Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kali Deres.

Luas lahan

Tegal Alur merupakan TPU yang berasal dari pembebasan lahan.

Dan seperti TPU yang berasal dari pembebasan lahan lainnya, TPU ini memiliki lahan yang begitu luas.

Total luasnya mencapai 64 hektar.

Sehingga mampu menjadi tempat peristirahatan terakhir warga Jakarta Barat dari berbagai suku dan agama.

Ketersediaan lahan

Kabar gembiranya, TPU ini masih memiliki lahan kosong untuk pembuatan makam baru.

Namun yang tidak mengenakan, TPU ini satu-satunya TPU yang masih ada lahan kosong di Jakarta Barat.

Artinya, ketersediaan lahan makam di TPU ini sangat mengkhawatirkan lantaran warga dari seluruh penjuru Jakarta Barat akan memanfaatkan lahan makam kosong Tegal Alur sebagai satu-satunya pilihan.

Jika TPU lain tidak ada perluasan atau tidak ada pembuatan TPU baru, maka TPU Tegal Alur pun juga akan segera penuh.

Pungli TPU Tegal Alur

Pemerintah daerah sebenarnya sudah menerapkan sistem pembayaran terpadu.

Sehingga, sudah tidak ada lagi transaksi yang terjadi di area TPU.

Namun faktanya, pungutan liar masih kerap terjadi. Terakhir, pada Agustus 2017 tersiar kabar bahwa pungutan liar masih terjadi di Tegal Alur dengan dalih untuk perawatan.

Pihak pengelola TPU dari Suku Dinas Kehutanan berkata bahwa pungutan liar tidak berasal dari pegawai negeri sipil namun dari PHL atau Pekerja Harian Lepas.

Dan setelah diselidiki, ternyata PHL meminta uang sebesar Rp360.000 kepada warga yang memiliki keluarga yang dimakamkan di Tegal Alur.

PHL meminta uang sebesar itu setiap tahunnya untuk satu makam dengan alasan agar ada biaya merawat rumput makam.

Namun setelah diusut, uang tersebut sudah dikembalikan kepada warga yang bersangkutan dan PHL sudah diberikan sanksi.

Makam fiktif

Luas pemakaman yang mencapai 64 hektar ternyata dimanfaatkan sejumlah oknum untuk mencari keuntungan.

Ya, tahun 2016 ditemukan ratusan makam yang ternyata fiktif atau palsu yang tentunya mengurangi ketersediaan lahan makam untuk warga Jakarta.

Padahal, di ibu kota tidak menerapkan kebijakan Tanah Makam Cadangan sehingga siapapun tidak berhak memesan lahan makam sebelum memang membutuhkannya.

Itulah tadi informasi penting dari TPU Tegal Alur.

Kuburan yang sangat luas ini masih menjadi tumpuan dan andalan warga Jakarta Barat saat membutuhkan lahan makam.

Namun jika tidak ada perluasan lahan dan ditambah terus terjadi kecurangan pembuatan makam fiktif, maka bisa jadi TPU ini akan segera penuh.